Perjalanan Pesta Buku Brunei (1)
Oleh: Dwi Syafriyanti
Pukul 7 belum lagi genap, namun orang-orang sudah mulai ramai memasuki ruang tunggu terminal bus antarnegara Ambawang. Tepat di hadapan berderet kursi calon penumpang. Saat saya tiba, sudah terisi sebagian. Suara riuh rendah pun terdengar renyah. Sementara di halaman telah parkir bus tujuan Kuching: Eva.
Bus Damri yang akan saya tumpangi belum terlihat. Namun penumpang dari depo Flamboyan saya ketahui telah bergerak menuju terminal antar bangsa di Kubu Raya ini. Tenang.
Saya diantar suami lebih dulu tiba di terminal ini. Sembari menunggu anggota rombongan yang lain saya sempat mengabadikan momen di depan lukisan artistik yang terlihat sangat indah dan menarik. Tak sampai 5 menit berselang Fahmi berikut Mulyadi, Setia Purwadi dan Ipah terlihat batang hidungnya. Mereka dengan wajah ceria ikut melambai-lambai. Kemudian dengan langkah cepat bergabung di ruang tunggu terbuka ini. Mereka membawa troli yang penuh dengan tas juga kotak buku.

Setelah bertegur sapa, agaknya kami mesti bersabar sejenak menunggu bus Damri eksekutif mesti waktu sudah menunjukkan pukul 7. Hari ini, Senin, 25 Februari saya dan ke-4 orang lainnya yang saya sebut tadi akan bertolak menuju Brunei Darussalam guna mengikuti Pesta Buku 2019 yang diselenggarakan dalam rangka hari kebangsaannya yang ke-35. Khusus untuk tahun ini kedutaan Besar RI di Brunei mengundang Ikapi Kalbar melalui Ikapi Pusat menjadi bagian dalam pesta buku ini. Stand Indonesia menjadi penyedia buku-buku yang akan dipamerkan.
