in

Dua Dzulkarnain

sirajul islam

Oleh: Nur Iskandar

Suratan Tuhan di antara dua tokoh di atas bernama sama: Dzulkarnain. Seorang berpangkat AKBP dan seorang lagi Direktur BangKambing. Kebetulan yang sebenarnya tidak kebetulan 🙂

Btw nama Dzulkarnain adalah nama tokoh besar dalam sejarah yang sakti madraguna. Ia seorang pengembara. Di tangannyalah Yajuz dan Majuz berhasil dikurung hingga sekarang. Tentu kesaktian itu atas berkat dan rahmat Tuhan YMK. Allah SWT.

Semoga ikhtiar kami membangun kemakmuran umat berbasis mesjid (baitullah) dan baitul maal bertumbuh dalam koridor quran. MSQ (Mesjid – Subuh – Quran). Mesjid dan baitul maal tempatnya. Subuh waktunya. Quran isi aktivitas programnya.

Kisah Dzulkarnain menaklukkan Yajuz dan Majuz masyhur dalam QS Alkahfi. Kisah keempat sebagai penutup surah di mana kisah awalnya adalah 7 pemuda yang tertidur dalam gua 350 tahun lamanya—bahwa hari berbangkit itu nyata lagi mudah bagi Allah. Kisah kedua adalah pemilik kebun. Antara agronom beriman dan kufur. Kisah ketiga adalah interaksi Nabi Musa AS dengan Nabi Chaidir. Kisah keempat Dzulkarnain vs Yajuz dan Majuz.

Baca selengkapnya QS 18. Cahaya di atas cahaya. Bercahaya bagi sesiapa yang membacanya dari mata hatinya sampai ke kakbatullah alaihi. Gak percaya? Sila baca dan rasakan terapi cahaya-Nya. Bisa jadi Anda adalah pula Dzulkarnain 🙂

Mohon doa restu Sirajul Islam menjadi mesjid semakin makmur di jantung Kota Pontianak kawasan Jl Merdeka dekat SMPN 1 dan STMIK.

Aktivitas TPA kini 27 siswa. Aktivitas Ikramsis kini giat dengan Cafe Container pralaunching serta SMK.

Giat takmir memasuki tahap penyiapan muazzin yang hebat dalam mengundang shalat lima waktu. Sirajul Islam menuju mesjid makmur non stop 1×24 jam. Insya Allah. Tabarakallah. Mohon dukungan dan partisipasi jamaah. (Penulis adalah pegiat literasi wakaf-wakaf literasi. Anggota BWI Kalbar Bid Wakaf Produktif. CP-WA 08125710225)

Berbagi itu indah:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Kawanku Kanker

“Demokrasi Gejet”