Kuliner

Buah Kemantan

Buah Kemantan

Oleh: Ambaryani

Awalnya, saya tak ada bayangan macam mana bentuk buah kemantan. Saat adik ipar saya Sri Buti yang tinggal di Riam Panjang Kapuas Hulu, mengirim pesan lewat Wa, kalau dia ada kirim buah lewat suaminya Adi yang pas ada kegiatan di Pontianak.

Kalau buah mawang, saya tahu seperti apa bentuknya. Sudah 2 kali saya makannya. Mawang melekat di ingatan, sebab ada tragedi saat memakannya.
Saat saya masih kuliah, ibu kos yang asal Sekadau mendapat kiriman buah mawang. Dan saya dapat tempias 3 biji buah mawang. Ibu kos tak memberi penjelasan detil soal mawang saat itu.

Saya kira, mawang sama seperti buah mangga pada umumnya. Dikupas seperti biasa. Karena penasaran dan sudah tergiur dengan aroma harum mawang, saya dan adik saya mengupasnya. Pas dimakan, lidah, mulut dan permukaan bibir gatal semua.

Begitu saya konfirmasi pada ibu kos, ternyata cara kami mengupasnya salah. Harusnya dikupas, dikuliti tebal-tebal, supaya tak ada rasa gatalnya.

Kali ini kemantan. Saya ingat-ingat, apa nama buah ini kalau di kampung saya, Satai Sambas. Setelah satu malam buah itu sampai di rumah, baru saya ingat.