Kuliner

Buah Kemantan

Buah Kemantan

Buah pakel, begitu saya dan orang kampung menyebutnya. Terakhir, saat masih SD saya jumpa buah itu dulu. Kami tak punya pohon buahnya, tetangga yang punya. Kalau sudah musim buah, pulang sekolah, saya dan teman-teman minta pada tetangga. Dapat 1 hingga 2 buah per orang. Kami sudah girang bukan kepalang dulu.
Dan sekarang, setelah 23 tahun lalu terakhir jumpa sekarang baru merasa lagi. Aromanya semerbak. Harum sekali.

Menuil-nulil hidung, seakan melambai-lambai untuk segera ‘dikusi’, dikupas. Rasanya asam-asam manis. Rasa asamnya agak memudar kalau setelah diiris tipis, kemudian dicampur dengan sedikit garam. Aduhai rasanya. Seger.

Umak yang pada dasarnya suka dengan buah ini sampai khilaf. Makan terlalu banyak. Padahal pantang. (*)