Oleh: Wajidi Sayadi
Doa dan dzikir seperti ini bagi orang-orang Nahdlatul Ulama (NU) khususnya Ahlussunnah wa Al-Jamaah an-Nahdliyyah tidak masalah karena sudah menjadi amalan harian.
Sekarang beberapa kantor, rumah sakit, puskesmas dan instansi termasuk instansi pemerintah ada pengajian, oleh penceramahnya mengajarkan bahwa dzikir dan doa berjamaah seusai shalat fardhu tidak ada dasarnya dan itu adalah amalan bid’ah, hanya kebiasaan para tertentu, tidak ada dalilnya dari Rasulullah SAW.
Orang-orang atau pegawai kantoran yang terpengaruh dengan ceramah seperti ini, ketika shalat di masjid dekat rumahnya tidak mau lagi bergabung dengan imam dan jamaah. Usai salam dari shalat lalu langsung berdiri dan pulang, walau di sampingnya sedang angkat tangan berdoa.
Kejadian seperti ini sudah terjadi di mana-mana sepertinya sudah sistemik dan terprogram sasarannya adalah para pegawai di kantor dan rumah sakit.
