Opini

Dzikir dan Doa Berjamaah dengan Suara Keras Usai Shalat

Dzikir dan Doa Berjamaah dengan Suara Keras Usai Shalat

Muncul kekhawatiran, kebersamaan dan ukhuwah di beberapa masjid dan masyarakat cenderung mulai terganggu dengan adanya polarisasi, berkelompok-kelompok, bahkan memprihatinkan ketika satu kelompok menilai bahwa mereka yang berdzikir dan berdoa secara berjamaah adalah pelaku bid’ah. Semua Bid’ah adalah sesat. Semua yang sesat masuk neraka. Hadis ini sangat fasih dihapal, tapi belum tentu mengerti pengertian dan batasan arti bid’ah yang dimaksud oleh hadis ini. Tapi sudah terlalu gampang memvonis orang lain bahkan para ulama terdahulu sebagai pelaku bid’ah.

Menyikapi kejadian seperti ini dan beberapa pertanyaan dan permintaan, maka dengan segenap rendah hati saya menulis masalah ini.

Berdzikir dan berdoa adalah ibadah yang akan melembutkan hati dan menjauhkan dari sifat sombong dan angkuh. Orang yang malas berdzikir dan berdoa biasanya terlalu percaya diri pada usaha dan kemampuannya sehingga rasa ketergantungannya kepada Allah sedikit dan hatinya biasanya keras angkuh dan sombong, kecuali ketika ditimpa musibah baru minta tolong kepada ustadz, Kyai, Ulama dan teman-temannya agar didoakan.

Berdzikir dan berdoa seusai shalat fardhu dengan suara keras atau terdengar adalah sesuatu yang sudah dipraktekkan oleh para sahabat Nabi SAW dan para ulama.
Praktek ibadah ini didasarkan pada Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim bersumber dari Ibnu Abbas, katanya: