Opini

Dzikir dan Doa Berjamaah dengan Suara Keras Usai Shalat

Dzikir dan Doa Berjamaah dengan Suara Keras Usai Shalat

باب فضل حلق الذكر والندب إلى ملازمتها والنهي عن مفارقتها لغير عذر
Bab Tentang Keutamaan Halaqah-Halaqah (Majelis) Dzikir dan Anjuran agar Selalu bergabung dengan Halaqah Dzikir dan Larangan Meninggalkannya tanpa Udzur

Sebelum menjelaskan hadis tentang berdoa secara berjamaah, saya menyampaikan di antara kaedah metode memahami hadis ialah
جمع الأحاديث الواردة في الموضوع الواحد
Mengumpulkan beberapa Hadis yang terkait dalam satu tema yang sama. (Syekh Yusuf al-Qaradhawi, Kayfa Nata’amalu ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah halaman 103).

Membaca satu Hadis masih diperlukan Hadis-Hadis lainnya, karena biasanya penjelasannya terdapat pada Hadis yang lainnya. Hadis mengenai berdzikir dan berdoa ini sangat banyak.

Di antara Hadis yang menjelaskan tentang doa seusai shalat fardhu ialah:
Rasulullah SAW pernah ditanya:

أي الدعاء أسمع؟ قال جوف الليل الأخر ودبر الصلوات المكتوبة
Doa Apakah yang paling cepat didengar (diterima)? Beliau menjawab: Doa di waktu tengah akhir malam dan usai shalat fardhu. (HR. Tirmudzi dari Abu Umamah).

Hadis ini menjelaskan waktunya berdoa sangat utama setiap usai shalat fardhu.
Bagaimana caranya berdoa? Caranya bisa sendiri-sendiri bisa bahkan lebih baik berjamaah, berdasarkan Hadis bersumber dari Habib bin Maslamah a-Fihri, katanya saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: