in

Tips Demo Aman dan Bebas Penumpang Gelap

Pengalaman Lapangan

demo dprd prov kalbar

Oleh: Nur Iskandar

Sejak UU Cipta Kerja disahkan DPR gelombang aksi demo merebak. Saya mau berbagi tips demo aman dan bebas dari penumpang gelap.

  1. Demo mesti ada pemimpinnya. Jadi jelas juga aspirasinya. Jelas pula anggota demonya. Dengan demikian mudah terjadinya dialog. Pesan mudah disampaikan dan dipertanggungjawabkan.
  2. Gunakan tanda khusus. Paling gampang ya pita merah. Atau putih. Atau merah putih sekalian. Agar tampak identitas dirinya.
  3. Tertib selama di jalan. Jangan ganggu kepentingan publik lainnya yang butuh akses. Kepedulian ini mengambil hati pihak luar sehingga bertambah simpati bukan panen sakit hati.
  4. Jaga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan. Waktu azan, wudhu, sholat. Beda agama tak apa. Kita kedepankan toleransi dan saling menjaga keamanan bersama. Berdoalah untuk keselamatan bangsa dan negara.
  5. Jadikan polisi dan wartawan serta paramedis sebagai kawan. Mereka juga saudara kita. Aparat juga rakyat.
  6. Gunakan cara orasi seni. Teatrikal. Pantun. Syair. Lagu. Menghibur. Budaya lokal pun tumbuh. Ada hasil entertainment. Buat banyak orang senang.
  7. Ajukan konsep. Kritik boleh asal konstruktif. Pasal mana saja yang dikritik silahkan. Justru di sini pentingnya masukan.
  8. Buat surat pemberitahuan. Agar massa dapat perlindungan. Ingat peluru tak bermata.
  9. Kini era Pandemi Covid-19. Tetaplah pegang 3M. Masker. Menjaga jarak. Mencuci tangan. Kalau abai. Semoga antibodi kuat dan tak menularkannya di rumah. Banyak kasus kan?
  10. Hindari bentrok fisik. Siapkan sapu tangan dan air mineral. Kuatir dampak gas air mata yang menyesakkan napas dan dada. Sapu tangan dan air mineral untuk mencuci indra penciuman dan pernapasan jika terpapar zat asam.
  11. Siapkan tim kesehatan. Kerjasamalah.
    Semoga dengan tips di atas demokrasi kita berbuah manis bukan jatuh korban sia sia. * Foto internet.
Baca Juga:  Pribadi Tangguh dan Menyenangkan

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

demo DPRD Prov Kalbar

Demo buruh?

gubernur kalbar

Hikmah Demo Omnibus Law Sebagai Laboratorium Otonomi Daerah Sepenuh Hati