Community

Club Menulis untuk Kalbar

Club Menulis untuk Kalbar

Oleh: Tuti Alawiyah

Berawal dari pertemuan kami anggota Club Menulis, ketua dan pembina dengan 2 wartawan di rumah makan Beringin Jalan Diponegoro. Dua wartawan itu bernama Bang Antoni dan Kak Nina.

Kak Nina dengan ramah menyapa saya dan Tijah.

Selesai perkenalan, kembali melanjutkan tanya jawab. Terlihat Kak Nina mewawancarai Kak Ninda, ketua Club Menulis dan Bang Antoni berhadapan sama Pak Yus, pembina Club Menulis. Sementara saya, Khatijah dan Bang Man ikut mendengarkan perbincangan mereka sembari menyantap makanan kami.

“Mau diarahkan kepenulisan gimana sih Pak, di Club Menulis ini?” tanya Bang Antoni pada Pak Yus. Saya mendengarnya kebetulan saya duduk di samping kanannya.

“Saya sebenarnya lebih mengarahkan kepenulisan pada hal-hal lokal,” kira-kira begitu jawaban Pak Yus atas pertanyaan itu.

Club Menulis yang menjadi kegiatan akademik di kampus IAIN Pontianak. Telah menulis buku bersama “Pesan Damai Untuk Kalbar”.
Inilah kemudian pertanyaan untuk saya.

“Kenapa Tuti menulis dengan judul Warning di buku Pesan Damai Untuk Kalbar?” tanya Bang Antoni sembari melihat isi buku tersebut.