Community

Kehebohan di Punggur Paska Banjir

Kehebohan di Punggur Paska Banjir

Oleh: Saripaini

“Long! Beli pancing yok! Kite mancing! Banyak ikan Looong, ade ikan nila ape.” Ajak Isa antusias.

“Sejak kapan ade ikan nila, di paret ini?” tanyaku dengan sedikit cengir.

“Tak cayak!”

Tentu saja aku tak percaya dengan pernyataan Isa, sejak kecil mana pernah ada ikan nila di paret, selain ikan osong, rowan, seluang, keli’, lundu dan sepat. Setahuku hanya ada ikan itu, walau kutahu ikan nila adalah ikan air tawar dan bukan tak mungkin ada. Aku tak memproses pernyataan itu untuk dipikirkan lebih lanjut. Pembicaraan singkat itu berakhir sampai di situ saja tanpa ada pembahasan berikutnya.

Ternyata Isa benar dan aku sudah percaya, walau belum melihat secara langsung, karena itu sudah menjadi topik pembicaraan dari mulut-mulut ke mulut yang tersebar di kampungku. Bahkan malam harinya bapak juga mendapatkan ajakan dari temannya untuk pergi menjala bersama. Tapi bapak menolak, maklumlah bapak berangkat kerjanya subuh hari, jika waktu tidurnya tersita maka akan membahayakannya saat bekerja.