in

Club Menulis untuk Kalbar

Oleh: Tuti Alawiyah

Berawal dari pertemuan kami anggota Club Menulis, ketua dan pembina dengan 2 wartawan di rumah makan Beringin Jalan Diponegoro. Dua wartawan itu bernama Bang Antoni dan Kak Nina.

Kak Nina dengan ramah menyapa saya dan Tijah.

Selesai perkenalan, kembali melanjutkan tanya jawab. Terlihat Kak Nina mewawancarai Kak Ninda, ketua Club Menulis dan Bang Antoni berhadapan sama Pak Yus, pembina Club Menulis. Sementara saya, Khatijah dan Bang Man ikut mendengarkan perbincangan mereka sembari menyantap makanan kami.

“Mau diarahkan kepenulisan gimana sih Pak, di Club Menulis ini?” tanya Bang Antoni pada Pak Yus. Saya mendengarnya kebetulan saya duduk di samping kanannya.

“Saya sebenarnya lebih mengarahkan kepenulisan pada hal-hal lokal,” kira-kira begitu jawaban Pak Yus atas pertanyaan itu.

Club Menulis yang menjadi kegiatan akademik di kampus IAIN Pontianak. Telah menulis buku bersama “Pesan Damai Untuk Kalbar”.
Inilah kemudian pertanyaan untuk saya.

“Kenapa Tuti menulis dengan judul Warning di buku Pesan Damai Untuk Kalbar?” tanya Bang Antoni sembari melihat isi buku tersebut.

Yah, sebagaimana diceritakan dalam buku Pesan Damai Untuk Kalbar, merupakan suara hati warga Kalbar. Suara hati yang ingin disampaikan untuk politisi dan para pengambil kebijakan. Buku atas ide Pak Yus dan ditulis oleh anggota Club Menulis ini diharapkan semua pihak menjaga damai di Kalbar. Dan persoalan politik tidak dijadikan alasan untuk membenci dan memusuhi pihak lain. Serta mengingatkan agar hal buruk beberapa waktu lalu tidak terulang seperti kerusuhan yang pernah terjadi di Pontianak, jalan Gajah Mada.

“Tahun 2018 merupakan tahun politik. Jangan mudah terpengaruh oleh media sosial, internet, di TV, atau media lainnya.”
Sebuah pesan yang terdengar saat acara mengenang perjalanan gubernur Kalbar, Pak Cornelis dan wakilnya di rumah adat Dayak.

Seperti yang kita ketahui 2018 merupakan tahun politik. Tahun yang penuh dengan kata-kata baik dan menegangkan.
Karena itu, kami di Club Menulis ingin berbagi kebaikan. Hadir bermanfaat untuk masyarakat.
“Club Menulis bertujuan membangun peradaban di Kalbar, memelihara khazanah lokal dan berpikir positif terhadap budaya untuk diri sendiri dan masyarakat di sekitarnya.”
Kata Pak Yus yang saya ingat saat diwawancarai Bang Antony di ruang Club Menulis. (*)

Written by teraju

Unik! Kalau di Tanjong “Tengkuyung”, Kalau di Bogor “Congcong Balicong”

Menikmati Kopi Turki di Kafe EIS Pontianak