Diawal potongan scene ini aku menjadi tim medis untuk menolong mereka yang senyum-senyum saat terluka. Untuk pertama kali, aku melihat orang bahagia walaupun kesusahan. Hujan tidak menggugurkan semangat ini untuk mengeluarkan potensi dengan maksimal, terdengar aba-aba sebagai apresiasi melalui toa dari petugas, mulai kugerakkan kaki malas ini untuk berlari kedalam simulasi pesawat berisikan orang-orang terluka sambil membawa tandu, kuangkat seorang bapak-bapak yang lumayan berat.

Begitu kreatif semua orang yang berada disana, banyak jenis korban yang kulihat seperti ibu-ibu hamil, orang tua, anak kecil dan banyak lagi mengambil perannya masing-masing. Serbuk kapur sebagai gambaran danging yang keluar, dan pewarna makanan adalah darah. Serta asap bakaran seolah ledakan tersebut benar-benar terjadi. Kubalut tubuhnya dengan perban yang sudah disediakan dalam kotak Pertolongan Pertama, sirine ambulan yang melengking terparkir tidak jauh dari reka kejadian menunggu korban dimasukkan kedalam mobil.

Segenap tenaga yang tersisa membawakku keakhir acara, tapi masih dengan semangat yang membara. Suara tepuk tangan dan terengah-engah dari semua yang berada ditempat kejadian. Semua reka kejadian ini benar-benar membuatku seolah berada didalamnya, dengan membayangkan banyak ilmu yang kudapati dalam acara ini. Bukan hanya ilmu, dengan sekelompok teman-teman yang kudapati dalam acara itu membuat kami saling mengenal dan akbrab.