Oleh: Beni Sulastiyo
Banyak hal yang sangat mengagumkan dari seorang UAS, salah satunya adalah tentang totalitas. Totalitas dalam mengasuh ummat!
Sejauh yang saya ketahui, TUAN GURU UAS selalu berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat dari manapun datangnya. Mau dari pusat kota, maupun dari pelosok daerah yang nun jauh di sana. Sejauh yang saya ketahui pula, Tuan Guru UAS tak pernah membeda-bedakan manusia berdasarkan status wilayah tempat tinggalnya.
Bagi beliau, manusia yang berada kota besar dan yang berada di kota kecil sama saja. Bagi beliau ibu kota dan anak desa tak ada bedanya. Semua wilayah yang ada manusianya itu, beliau perlakukan sama. Sama-sama dihargai, sama-sama diberikesempatan untuk didatangi.
Padahal UAS bukanlah figur biasa. Selain seorang mubaligh yang jenius, beliau juga adalah figur yang sangat populer.
Hingga saat ini, rasanya tak ada yang menyangsikan kepakaran dan kualitas intelektual yang beliu miliki. Pembelajarannya tuntas, dari level terendah, hingga sarjana level tertinggi.
Khusus di level kesarjanaan, beliau telah menyandang gelar dari S1 hingga S3 (P.hD). Sempurna!
Soal performance, rasanya tak ada pula yang berani menyangsikannya. Beliau adalah singa podium yang kharismatik, punya keterampilan komunikasi lisan yang jauh di atas rata-rata manusia biasa, serta cakap dalam menulis.
