“Begitu cepat pengaruh dunia maya dalam menyebarkan berita HOAX dan terasa sangat sulit dikontrol. Sekali klik saja, satu berita bisa dijangkau ribuan bahkan jutaan pasang mata dari berbagai penjuru dunia, beredarnya hoax saat ini sudah sangat meresahkan bagi kehidupan bermasyarakat,” tutur Drs Erwin Triwanto SH mengingatkan.

Hoax merupakan penyakit sosial masyarakat. Apalagi hoax yang mengandung unsur kebencian, permusuhan dan punya potensi memecah belah keutuhan bangsa.

Drs Erwin Triwanto SH mengingatkan, agar masyarakat untuk berhati-hati dengan motif penyebar hoax yang sengaja mengadu domba. Apalagi hoax yang digunakan untuk mencari popularitas atau kepentingan bisnis semata.

“Berbagai motif dibalik hoax pun beraneka ragam ada motif bisnis, politik, mencari popularitas bahkan motif untuk mengadu domba masyarakat,” ujar Drs Erwin Triwanto SH.

Drs Erwin Triwanto SH menegaskan, sikap Masyarakat yang harus dilakukan apabila menerima berita bohong atau hoax, cukup dibaca sendiri. Jangan disebarluaskan.

“Mengkonfirmasi kepada sumber yang dapat dipercaya, memberitahukan kepada pihak kepolisian terdekat. Jangan mudah emosi atas berita yang anda baca sehingga anda ingin segera meneruskan berita tersebut kepada orang lain, ” demikian Kapolda. (Cucu/r)