in

Polda Kalbar Gelar Perkara, Buntut Perselisihan “Sultan Hamid Pahlawan atau Pengkhianat Negara”

gelar perkara

teraju.id, Polda Kalbar – Kamis, 27/8/20 Direktorat Reskrimsus Polda Kalbar menggelar perkara tiga kasus terkait pengajuan Sultan Hamid II Alkadrie Pahlawan Nasional.

Gelar perkara di Gedung Reskrimsus lantai dua yang dipimpin Direskrimsus secara langsung dengan 30-an anggota internal maupun eksternal sejak pukul 09.00-11.30.

Hadir para pihak, khususnya pelapor, yakni dari Kesultanan Qadriyah dan media. Sedangkan terlapor, yakni Prof Dr AM Hendropriyono, Abu Janda dan Agama Akal TV tidak hadir.

Gelar perkara dimulai dengan penuturan kinerja Polri dalam kasus yang sempat menjadi trending topik nasional terkait pengusulan Sultan Hamid II Alkadrie Pahlawan Nasional oleh Yayasan Sultan Hamid II Alkadrie, 2016.

Kegaduhan nasional terjadi ketika mantan Kepala BIN, Prof Dr AM Hendropriyono bicara di Agama Akal TV disambut laporan ke Polda Kalbar oleh Pangeran Sri Negara. Begitupula Abu Janda dilaporkan Sultan Syarif Melvin Alkadrie. Lebih lanjut aksi Agama Akal TV melakukan plagiarisme karya jurnalistik media massa di Kalbar juga dilaporkan telah melanggar UU.

Baca Juga:  23 April, Hari Buku Sedunia: Memperingati Khasanah Global Membumikan Karya Lokal Di Rumah Sendiri

Ditreskrimsus mendederkan kinerjanya secara lengkap dan mendapatkan tanggapan para pelapor. Di dalam uraian penyidikan diketahui bahwa terlapor sudah diperiksa dimana Prof AM Hendropriyono didampingi kuasa hukumnya. Juga Rikal Dakiri diperiksa sebagai pendiri Agama Akal TV. Tak terkecuali Abu Janda.

Polda Kalbar menyatakan pemeriksaan berjalan lancar tanpa diskriminasi. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

wajidi sayadi, asyura dan fir'aun

Asyura dan Tenggelamnya Fir’Aun

MASJID ENTERPRISE

Masjid Enterprise