“Penentuan tema melalui perdebatan sengit, dan akhirnya tema dipilih sesuai dengan kondisi kekinian di Kalbar. Bahwa lingkungan dan keberagaman, adalah dua hal yang saling berkaitan, dan perlu diselaraskan. Nah, disitu AJI Pontianak hadir. Kami juga kaget, ketika disebut jadi yang pertama, setelah diposisi ketiga dimenangkan oleh AJI Yogyakarta, dan kedua oleh AJI Mataram,” ucapnya.

Kemenangan ini tak lepas dari bantuan semua pihak, khususnya mitra kerja AJI Pontianak, seperti WWF Indonesia Program Kalbar, ANPRI, Elpagar, Dian Tama, dan Rumah Aktif Pontianak, serta PGTK Cerlang Pontianak. Selain itu, bantuan perorangan baik dari Yoga Chandra, Hendy Erwindi dan Hermawansyah, juga menambah perjuangan AJI yang memenangkan Stan Terbaik di Festival Media 2017, Solo, Jawa Tengah.

Selain bersama sejumlah NGO tersebut, bantuan juga datang sejumlah Mahasiswa Kalbar yang mengenyam pendidikan di Solo. Mereka turut serta sejak hari pertama produksi alat pameran, serta setelahnya.

Daeng Lara, Ketua Asrama Mahasiswa Rahadi Oesman Kalbar di Solo, Jawa Tengah mengatakan, AJI Pontianak merupakan bagian tak terpisahkan dari Kalbar, sehingga kegiatan yang dilaksanakan ini, wajib disokong oleh mereka.

“Membawa nama Kalbar, khususnya Pontianak, berarti membawa harkat bagi kami di sini. Kami memang selalu membantu rekan-rekan dari Kalbar yang datang dan melakukan aktifitas di sini. Apalagi, ini senior-senior dari media, yang banyak menyuarakan soal Kalbar, dan lika likunya, nah hal itu wajiblah untuk kami bantu,” katanya.

Berakhirnya Festival Media 2017, menjadi semangat untuk AJI Pontianak, lebih serius melakukan kerja-kerja jurnalistik, yang juga mengawal kebebasan pers dan berekspresi, melalui program-program yang dilakukan kedepannya.