in

Pengumuman FENA 2020 “#10-11-20”

IMG 20201110 WA0010

Oleh: Nur Iskandar

Hasil penelitian dan penilaian telah berhasil dilakukan media online teraju.id hingga larut tadi malam. Puluhan nomine pada setiap kategori bisa ditampilkan dan disampaikan tepat hari ini, Hari Pahlawan, 10 Nopember 2020. Praktis kita tampilkan dengan angka 10-11-20.

Pengumuman 10-11-20 ini sebagai bentuk kami melakukan pemaknaan Hari Pahlawan agar lebih terasa dalam dan jauh lebih dalam. Yakni dengan me-soft launching 10 buah buku pilihan untuk diterbitkan, 11 peraih penghargaan “Livetime Achievment Award” dan 20 foto pilihan. Tema giat pemaknaan perdana dalam event Festival Nadi Khatulistiwa (Fena 2020) ini adalah Satu KhaTULIStiwa untuk Satu Ind-ONE-sia.

Buku yang di-soft launching pada 10-11-20 ini adalah 1. Biografi Pejuang Perkebunan Kalimantan Barat Laurentius Mangan. 2. Pejuang Kesehatan Kalimantan Barat Dr Koo (Andreas Patrik Kumala). 3. Kisah Pemuda Kalbar Peraih Beasiswa ke Manca. 4. Bocah Khatulistiwa. 5. ‘Best Practice’ Wakaf Indonesia di Kalimantan Barat. 6. Seribu Berita Pilihan Teraju. 7. Sejarah Kampoeng English Poernama. 8. KEP’s Journalism Fellowship. 9. Goresan Sastra Rike Rahayu. 10. Negeri Petrodolar Brunei Darussalam. Kepada para pihak yang menulis dan yang ditulis pada 10 buku tersebut di atas kami ucapkan selamat. Semoga isi buku yang dibaca kelak memberi banyak manfaat kepada publik, memantik inspirasi yang tinggi bagi anak-anak negeri sehingga kontributif dalam membangun kesadaran nasionalisme kepahlawanan ibu pertiwi.

Adapun peraih Penghargaan Livetime Achievment Award atawa Anugerah atas Pengabdian Panjang dalam payung kegiatan Fena KhaTULIStiwa adalah: 1. Mayor Jenderal KNIL Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila sebagai Pahlawan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. 2. Peneliti Sejarah Hukum Lambang Negara dari Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Tengku Turiman Faturrahman Nur, SH, M.Hum. 3. Peneliti Pidana Makar Sultan Hamid II Alkadrie pada Kasus Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) pimpinan Kapten Raymond Westerling di Bandung 23 Januari 1950, Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak, Anshari Dimyati, SH, MH. 4. Tim Investigasi Jurnalis Kampus Mimbar Untan peneliti dan penemu disposisi Bung Karno pada naskah Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila Nur Iskandar-Syafaruddin Usman dan Sri Nuraeni. 5. Peneliti Sosiologi Sultan Hamid II Alkadrie, Yayasan Alqadrie Centre, Prof Dr Syarief Ibrahim Alqadrie, M.Sc. 6. Pejuang Politik untuk Sultan Hamid II Alkadrie di DPRD dan DPR RI H Gusti Syamsumin & Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH. 7. Tokoh Pemerintah Pemerhati Sejarah Daerah Kalimantan Barat H Sutarmidji, SH, M.Hum dan Walikota Pontianak Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM, MT. 8. Museum Konferensi Asia Afrika dengan Film Dokumenter Elang Rajawali Garuda Pancasila dan Buku Saku Sejarah Lambang Negara. 9. Pencipta Lagu Elang Khatulistiwa (The Equator Eagle) Yudie “Arwana” Chaniago dan aransemen musik biola Hendri “Arwana” Lamiri. 10. Relawan Sultan Hamid. 11. Tokoh Nasional Pemberi Testimoni atas Etos Kejuangan Sultan Hamid selaku Pahlawan Bangsa dari serangkaian webinar teraju.id maupun liputan: Prof Dr Meutia Hatta, Prof Dr Andi Hamzah, Dr Rousdy Hoesein, Dr Muhammad Iskandar, Dr Sumardiansyah Perdana Kusumah, Charles Meikyansyah, Yessi Melania, Mahendra Petrus, SS, MH, budayawan Riduan Saidi, Tengku Ryo, Faisal Basri, Dr Hidayat Nur Wahid, Katja Paijen Ph.D, Angelique Kater, Prof Dr Ustadz Abdus Somad, MA, Budayawan Emha Ainun Nadjib, budayawan Pradono, budayawan Edi Purwanto, penulis buku Pontianak Herritage Ahmad Sofian, budayawan Cik Mat dan Cik Pai, budayawan syair Mohan Bersaudara, Ismunandar Kijang Berantai, Dr Ema Rahmaniah, Dra Musyrikah, M.Si, Nanang Hidayat, SS, Verry Firdaus dan Dr Akbar Tandjung, sejarahwan JJ Rizal, SS serta Prof Dr H Chairil Effendy, MS.

Baca Juga:  BWI Kalbar Sosialisasikan Wakaf Uang Via Program Kalisa

Kesemua peraih Livetime Achievment Award akan mendapatkan sertifikat dan kenangan dari Teraju.Id pada hari puncak Budaya Pantun Nusantara “Menembus” Unesco Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Warisan Budaya Tak Benda – Warisan Dunia, 28 Nopember 2020 di Rumah Melayu Jl Sutan Syahrir, Kota Baru, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Acara puncak tersebut didominasi secara virtual lokal, nasional dan internasional yang dikemas sedemikian rupa sehingga tetap keramat dan hikmat sebagai pemaknaan khusus serta serius Hari Pahlawan, 10 Nopember 2020 namun new-normal dalam Pandemi Covid-19.

Dua puluh foto pilihan Teraju.Id akan dipamerkan sepanjang acara puncak Pantun Nusantara Menembus Unesco pada 28 Nopember 2020. Di mana semua foto, buku dan film dokumenter juga akan disajikan dalam website online Teraju.Id sebagai Museum Sejarah Elang Khatulistiwa.

Jangan lewatkan kesempatan brilliant ini. Mari kita rawat dwi warna Sang Saka Merah Putih. Seloka Bhinneka Tunggal Ika. Fena 2020: Satu Khatulistiwa untuk Satu Ind-ONE-sia. Merdeka! *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

IMG 20201110 WA0014

Stress

sultan hamid II

Pahlawan Nasional untuk Sultan Hamid