Sadarilah, bahwa sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT ke dunia ini pada hakekatnya adalah untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT. Hal ini berarti, bahwa segala ucapan, sikap, dan perbuatan kita dalam hidup ini semata-mata hanya untuk Allah SWT, dan bukan untuk memperturutkan keinginan hawa nafsu. Sesuai akan firman Allah SWT yang artinya,”Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al-An’am,[6]: 162-163).

Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing, sudahkah kita melaksanakan perintah Allah? Sudahkah kita menjauhi segala yang dilarang Allah? sadarilah, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, umur kita semakin hari semakin berkurang, dan kita tidak tahu pasti kapan ajal akan menjemput. Bukankah Allah sudah memberikan bukti kepada kita, betapa banyak keluarga, tetangga, dan teman kita yang sebelumnya masih sehat dan berkumpul bersama kita, tetapi tiba-tiba ajal kemudian menjemputnya? Karena itu, marilah kita segera bertaubat dan beribadah kepada Allah SWT, mumpung Allah SWT masih memberikan kesempatan hidup kepada kita, sebab jika ajal sudah datang dan roh sudah terpisah dari jasad, maka ketika itu pula pintu taubat sudah tertutup dan ampunan Allah SWT telah berakhir. dalam menapak kehidupan ini, Rasulullah SAW. mengingatkan kepada kita untuk selalu memperhatikan tentang lima hal sebelum datangnya lima hal lainnya, sebagaimana sabdanya: