Tidak digunakan bahasa Bugis bukan berarti tidak mengerti arti bahasa tersebut, hanya saja tidak bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun untuk kalangan
orang tua masih menggunakan sebagai bahasa sehari-hari jika berbicara pada setiap kali bertemu. Selain itu bahasa Ibu juga digunakan ketika orang tua kesal terhadap anaknya, jika kecil dulu sebagai bahasa untuk memarahi anaknya.

Dari kegiatan ini saya sadar bahwa bahasa Ibu bukanlah hal yang menakutkan tetapi sesuatu yang harus dijaga dan dibanggakan.
Seperti ikrar yang diucapkan pada penutupan kegiatan “Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu”. (*)