“Selain memberikan keuntungan ekonomi, buku juga menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia ke masyarakat Brunei Darussalam. Saat ini masih sedikit buku Indonesia yang masuk ke Brunei, padahal animo warga Brunei terhadap buku kita cukup tinggi. Untuk itu, kami akan terus dorong promosi buku Indonesia, termasuk melalui pameran buku ini,” ujar Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko, MA terkait partisipasi Indonesia di Pesta Buku 2019.
Partisipasi Indonesia diwakili oleh KBRI dan tiga toko buku swasta Indonesia yang memamerkan ribuan buku Indonesia terbitan penerbit nasional. Menurut mereka yang sudah sepuluh kali ikut pameran, buku Indonesia selalu banyak terjual dengan keuntungan yang lumayan. Hanafi, dari toko buku Ridho Alawi Enterprise, mengaku kurang lebih 500-700 buku telah terjual dengan omset penjualan mencapai sekitar BND 8.000 (setara 83,6 juta rupiah).
Pada kesempatan yang sama, Ketua IKAPI, Rosidayati Rozalina, telah berkunjung ke Brunei dalam rangka mengundang Brunei sebagai Country of Honour dalam Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 di Jakarta, 4-8 September 2019. Kedekatan budaya dan bahasa antara Indonesia dan Brunei diharapkan dapat menjadi daya tarik utama negara kesultanan tersebut di IIBF.
