Berita

Busyro Muqoddas: Pers dan Masyarakat Sipil Benteng Penyelamat Bangsa

Busyro Muqoddas: Pers dan Masyarakat Sipil Benteng Penyelamat Bangsa
Suasana diskusi di Balai Kerja MABM

Sebagai anggota Dewan Pers, Busyro mengingatkan wartawan era kekinian untuk tidak mudah berada di zona nyaman, sehingga lupa melakukan kritik konstruktif.

Untuk menyelamatkan negara dari korupsi, kolusi, nepotisme, kerusakan alam akibat tambang, ludesnya hutan, hingga bagi-bagi kekuasaan di BUMN, staf ahli, pers dengan segala risikonya mesti mengemban idealisme. Idealisme itu tak ubahnya nilai-nilai kenabian dimana menyampaikan kebenaran dengan cara yang jujur, cerdas, amanah dan fathonah. Insan pers juga mesti berkolaborasi dengan akademisi, tokoh masyarakat sebagaimana Tempo Doeloe bersuara nyaring Forum Rektor Indonesia.

Apa yang disampaikan Busyro yang hadir ke Bumi Khatulistiwa dalam rangkaian Sekolah HAM besutan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) disambut PWI, AJI, dan wartawan-wartawan senior. Mereka sepakat memainkan peran utama pers sebagai pilar demokrasi berdampingan dengan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Mereka juga menyampaikan kepada Dewan Pers atas mudahnya terjadi pelanggaran etis di Media Sosial. Untuk ini, Busyro mendukung revisi UU Pers dimana Medsos termasuk yang harus diatur pada revisi UU Pers tersebut.