Pemilu atau pesta demokrasi tentunya pesta harus menjadi suatu konsep suka cita, polarisasi bukan menjadi suatu permasalahan. “Namun layaknya pesta, maka Pemilu merupakan ajang kita bersilatuhrahmi. Bertemu dan bersama-sama menyemarakannya, kesemua itu adalah bertujuan untuk pembangunan bangsa yang lebih baik,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menjelaskan bahwa jajaranya tentunya terlibat dalam pernyelenggaraan Pemilu yaitu dalam memastikan keamanan, dan menjamin suksesnya penyelenggaraan pemilu 2019 di Kalimantan Barat.

“Penggunaan media sosial mengarah kepada ujaran kebencian dan bentuk-bentuk intoleransi serta informasi palsu (hoaks) menjadi trending topik yang marak menghiasi jagad media sosial. Misalnya saat Pilpres dan Pileg 2019, di mana terdapat indikasi adanya persaingan politik yang dilakukan melalui media sosial,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Oleh karena itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menegaskan peran media dalam membentuk sebuah opini kepada civil society, membuat suatu perubahan dinamika masyarakat saat ini menuntut semua berpikir cepat, cerdas dan tepat untuk menentukan bagaimana situasi bahwa kepada situasi yang positif.
“Perkembangan zaman boleh saja terjadi. Namun kita tetap berpegang kepada benteng dan landasan kita sebagai warga negara, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 serta NKRI. Sehingga situasi dan kondisi perubahan tersebut menjadi sebuah kebaikan bagi kita bersama, masyarakat bangsa dan negara khususnya di Kalimantan Barat,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.