Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalbar, Pendeta Paulus Ajong MTh juga mengingatkan,”Kemajuan yang ada harus tetap dijaga dan pelihara bersama. Karenanya, Dialogh kebanggsaan yang diselenggarakan oleh PGIW-Keuskupan Agung Pontianak ini adalah bagian dari tanggung jawab gereja untuk ikut membuka kesadaran dan komitmen kebangsaan demi memperkuat pondasi dan pilar-pilar kebangsaan,”.
Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalbar, Pendeta Paulus Ajong MTh menjelaskan, konsekuensi demokorasi adalah adanya Pemilu. Termasuk Pilres dan Pileg 2019 ini.
“Melalui Pemilu rakyat inilah berdaulat bebas menentukan wakil dan pemimpin untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” kata Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalbar, Pendeta Paulus Ajong MTh. (r/cucu)
