Disampaikannya ucapan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan, dalam bentuk terciptanya rasa aman, damai dan tentram bagi penduduk Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Ketapang.
Dijelaskannya bahwa Kalimantan Barat juga Kabupaten Ketapang di dalamnya terdapat berbagai macam suku, agama dan budaya, namun alhamdulillah penduduk Kalimantan Barat paham dan mengerti akan indahnya kebersamaan dalam keberagaman tentunya terwujud sesuai dengan tema kegiatan pada malam ini. “Bersama Santri Damailah Negeri,” ujar Kapolda.
Sebagai indikator kebersamaan dalam keberagaman ini, kemarin pada kegiatan pilkada serentak 2018 wilayah Kalbar ditetapkan sebagai wilayah paling rawan, namun alhamdulilah pada pelaksanaannya menjadi daerah yang paling aman, lancar, damai, kondusif dan sukses. “Tentunya hal tersebut tidak luput dari kerjasama dan partisipasi semua pihak, termasuk hadirin para jema’ah di sini,” ucapnya.
Diingatkan juga kepada warga Kalbar, ke depan, dalam menyikapi agenda nasional seperti Pileg dan Pilpres 2019 yang telah memasuki tahapan kampanye. Tahapan yang paling meriah dalam sebuah pesta demokrasi maka sebelum kita mencapai puncak pesta rakyat yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17 April 2019, mari mulai hari ini melalui Istighotsah dan Shalawat Nariyah dalam rangka memperingati hari Santri Nasional.
“Marilah bersama-sama kita jadikan provinsi Kalbar sebagai percontohan bagi provinsi lain di dalam menjadi daerah yang paling aman, paling damai, paling elegan, paling mantap, serta paling tertib dan paling bermartabat di Indonesia,” ujar Kapolda Didi Haryono.
