“Di sisi yang lain, tokeransi dari perspektif kaum muda, toleransi dan sikap yang saling memiliki dan menghargai perekat dan pengikat kerukunan bangsa. Potensi konflik dan tanyangan dimana kita merupakan negara kepulauan yang memiliki keragaman dalam segala hal. Nilai-nilai agama dan budaya tidak dijadikan sumber etika dalam berbangsa dan bernegara. Semua agama mengajarkan tentang kebaikan. Adanya nilai-nilai budaya sebagai sumber etika dan moral. Terakhir kepedulian generasi muda dalam menjaga persatuan.”
Terjadinya konflik sosial budaya, katanya, terjadi karena salah dalam mengartikan toleransi, selain itu kesenjangan ekonomi, praktek birokrasi yang diwarnai KKN, praktek demokrasi yang mencampur adukan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Toleransi dari prespektif kaum muda menjadikan nilai-nilai agama dan budaya sebagai sumber etika kehidupan dalam rangka memperkuat akhlak dan moral. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mencatat peran penting pemuda, sebagai garda terdepan bangsa ini. Toleransi merupakan kebutuhan mutlak dalam kehidupan bermasyarakat.
Saat ini bangsa kita menghadapi kondisi yang mengkuatirkan, terutama kemunculan kehendak-kehendak yang mengingkari adanya kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa.
Saat ini sangat memprihatinkan karena bersamaan dengan kondisi tersebut, sesama anak bangsa juga mulai saling tidak percaya satu sama lain sehingga mengancam kelangsungan berbangsa dan bernegara.
