in ,

Tips Bersosial Media Bijak ala Kapolda Kalbar

WhatsApp Image 2019 02 07 at 08.26.19

teraju.id, Pontianak – Sebaran informasi setiap detiknya begitu cepat menyebar ke semua lini. Apalagi di era zaman sekarang, kebutuhan akan sosial media menjadi keharusan semua kalangan.

Bijak, secara tepat menggunakan sosial media tentu akan berdampak positif. Akan tetapi, jika disalahgunakan justru akan menjerumuskan bagi penggunanya. Untuk itulah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengajak semua kalangan, termasuk generasi millenial harus jadi agen perubahan. Caranya adalah melawan berita bohong atau hoaks.

“Kalianlah para generasi millenial yang diharapkan untuk melawan hoax,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, pada saat berjumpa penggiat sosial media di Kota Pontianak, Rabu, 6 Februari 2019.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengingatkan kecepatan informasi bukanlah segalanya. Namun, pengecekan secara teliti dari informasi itu penting dilakukan oleh penerima informasi.

WhatsApp Image 2019-02-07 at 08.26.42

“Era sekarang banyak orang yang sengaja menyebarkan hoaks untuk mencapai tujuan mereka. Jika masyarakat percaya, maka penyebar akan merasa senang karena apa yang diharapakan akhirnya terjadi,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Baca Juga:  Lomba Mikroblog dan Infografis berhadiah 60 Juta

Jenderal bintang dua menjabarkan ada empat tujuan para penyebar hoaks, berikut rincianya:
1. Untuk adu domba
2. Kedua menyebarkan fitnah-fitnah dan mencemarkan nama baik
3. Membuat cemas
4. Perang menggunakan jaringan (Mempengaruhi orang lain).

“Hoaks paling banyak disebar adalah sosial politik, kesehatan dan SARA. Isu inilah dianggap paling paten dan mempan untuk memecah belah. Sementara, bentuk hoax paling sering diterima bentuk tulisan (62,10 persen), gambar (37.50 persen), video (0,40 persen) dan saluran penyebaran paling banyak ada di media sosial (92,40 persen),” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengingatkan untuk tetap tetap bijak bersosial media.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, berharap semua lapisan masyarakat untuk selalu teliti dan menelusuri sumber informasi yang beredar. “Generasi millennial dapat menjadi pelaku utama meminimalisir penyebaran hoaks,” ucap ara generasi millennial dapat menjadi actor untuk meminimalisir penyebaran hoax di Indonesia. (r/cucu)

Baca Juga:  Kampung Wisata Wakaf, Wakaf Produktif Musi Rawas--Sumsel

Written by teraju

WhatsApp Image 2019 02 07 at 08.20.47

Putera Ngabang Turut Mewarnai Permulaan Jagat Sastra Indonesia Modern

WhatsApp Image 2019 02 08 at 06.19.21

Sedekah Akbar dan Musibah Balon Terbakar