Oleh: Nur Iskandar *
Ketika terjadi sesuatu yang genting dan penting, telepon saya kerap dihubungi orang-orang yang ingin tahu kondisi lapangannya seperti apa. Hal ini tidak aneh karena mereka tahu saya jurnalis yang aktif di lapangan. Terlebih jika terjadi sesuatu yang gawat bin darurat, seperti terjadi di Bandara Soesilo Sintang, tadi pagi, Kamis, 12/1/17. “Apa benar ada penolakan alias penghadangan terhadap Tengku Zulkarnain (Wasekjen MUI Pusat) di Sintang?” Begitu nada pertanyaan dari penelepon.
Mereka sungguh kaget, karena selama ini Sintang dikenal kabupaten Kalbar yang selalu aman dan kondusif. Kabupaten Sintang–400 km dari Kota Pontianak–tak pernah ada konflik bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Kalaupun ada, hanya riak-riak kecil yang bisa dieliminir.
Kemudian sangat cepat kondusif. Di Sintang sendiri pernah berdiri kerajaan besar yang berkaitan langsung dengan Majapahit. Bahkan Sintang menjadi referensi Sultan Hamid dalam merancang lambang negara Elang Rajawali Garuda Pancasila yang mencengkeram seloka Bhinneka Tunggal Ika..
