in

Dugaan Penganiayaan di Depan Polisi

IMG 20210316 105736 357

Teraju News Network – Dugaan penganiayaan di depan aparat terjadi di Kota Pontianak. Kabar tak mengenakkan menimpa DN atau EN yang sebelumnya diduga melakukan tindakan tidak terpuji kepada seorang perempuan di bumi khaTULIStiwa.

Melalu Kuasa Hukumnya DN, Fitri disampaikan bahwa DN dipukul oleh Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Pontianak Eka Nurhayati.

Kronologinya, saat diperiksa di ruang penyidik PPA Polres Pontianak DN diduga dipukul oleh Eka Nurhayati yang merupakan ketua KPPAD Kalbar dengan disaksikan beberapa penyidik di ruang unit PPA. Demikian Fitri saat diwawancarai via Ponsel Kamis 11 Maret 2021 oleh awak media dan Teraju News Network mendapat releasenya, Senin, 15/3/21.

Fitri juga menjelaskan kalau saat ini kliennya sudah menyampaikan pengaduan/pelaporan dugaan pemukulan yang dilakukan Eka Nurhayati kepada DN, ia juga menjelaskan DN sudah dilakukan visum. Dan saat ini pengaduan tersebut sedang ditangani unit tipiter polres Pontianak

Sementara itu, Hatta yang merupakan Driver DN memberikan keterangan yang sama, “Saat itu saya sedang mendampingi DN yang sedang diperiksa tiba tiba Ibu Eka datang dan langsung mengeluarkan kata kata makian,” ungkap Hatta yang mengaku ada saat terjadi pemukulan terhadap DN.

Baca Juga:  Prodi MES Pascsarjana IAIN Pontianak Gelar Diskusi Virtual Nasional “Publikasi Penulisan Karya Ilmiah”

Hatta yang dihubungi via ponsel juga mengatakan kalau Eka menendang kaki DN dan memukul DN sebanyak 2 kali di bagian pipi kiri dengan menggunakan HP.

“Penyidik yang ada saat itu langsung melerai pemukulan yang dilakukan Eka,dan kejadian pemukulan itu terjadi saat DN diperiksa pada tanggal 25 Februari 2021,” terang Hatta.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari KPPAD Kalbar terkait dugaan pemukulan yang dilakukan Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati. (/r)

Written by teraju.id

air sumber kehidupan.3

Air Sumber Kehidupan (2)

IMG 20210316 WA0023

Kampung Wisata Wakaf, Wakaf Produktif Musi Rawas–Sumsel