Dadang pun mohon dikirimkan nomor rekening…
Saya mulai curiga. Insting kewartawanan saya mulai bekerja. Jangan-jangan….jangan-jangan. Di batok kepala terbayang sejumlah liputan soal penipuan berlatar kiriman uang ke nomor rekening. Saya mawas diri sejak dini, tetapi komunikasi terus saya layani ekstra hati-hati. Tetapi kalau bukan latar belakang jurnalis, yang sudah terbiasa dengan penipuan model begini, bisa jadi puluhan juta raib dalam sejam-dua jam! Maka saya mau berbagi kisah ini. Agak panjang memang.

Saya ulur tarik dulu sebelum sampai ke nomor rekening. “Siapa nama anaknya? No berapa? Umur? Boleh foto bersama bp/ibu agar doa tersambung. Nama lengkap semua dengan bin / binti.” Maksud saya melihat foto mereka.

Dadang Suhendra Bandung menjawab satu saja. “SHERYN ALMAYRA PUTRI BIN DADANG SUHENDRA.” Foto tidak dia kirimkan. Saya mbatin…Hm.

Pukul 15.00 Dadang Suhendra Bandung cuit, “Mohon di kirim pak untuk nomor rekening.”

Saya coba ladeni. Saya kirim nomor Yayasan yang memang bergerak di bidang sosial, pendidikan, keagamaan. Saya sudah amankan nomor rekening pribadi agar tidak terkoneksi, sekaligus garansi tidak bercampuraduknya uang sosial dengan diri sendiri.
Kepada rekan bendaharawan Yayasan saya laporkan adanya penyumbang yang akan masuk. “Tersebut di atas nama dan norek nya Kang Dadang. Melalui Yayasan Visi TOP Indonesia kami menggerakkan sejumlah program wakaf, termasuk membangun mesjid.”

picture.2

“Baik pak mohon di tunggu ya pak insya Allah setelah ini saya kirim kan.”
“Tabarakallah. Kabari ya Pak agar amanah kami jalankan dengan sepenuhnya.”
“Baik pak.”