Sementara Senin pagi pukul 08.00, staf Yayasan Visi TOP Indonesia cek nominal rekening tidak berubah. Tidak ada dana transfer yang masuk. Saya pun mengurut dada. Bahwa masih ada orang yang tega hendak mengibuli pegiat ziswaf demi memetik uang masuk jutaan rupiah senilai yang dia transfer–katanya–yang kalau pengelola ziswaf tidak kenyang makan asam garam keuangan, bisa jadi tertipu. Melalui kisah ini, saya hanya mau bilang hati-hati. (Penulis adalah pegiat Wakaf Literasi-Literasi Wakaf. Anggota BWI Kalbar Bidang Wakaf Produktif. CP WA 08125710225).

Foto tulisan saya yang dishare Dadang (1). Bukti transfer yang ternyata invalid (2). Norek Yayasan (3). Pasien yang dikatakan Murni sedang di RS Advent Bandung (4) serta sosok mengaku Dadang dalam foto wall WA miliknya (5). Mohon maaf jika foto Dadang main comot saja dari seseorang yang tak ada juntrungannya dengan Dadang si “penipu”.