Kepada Dadang saya bilang, “Kondisi Sabtu-Malam Minggu, rekening yang saya kasih tadi rekening Yayasan yang mengelola ziswaf. Untuk tertib memang kami tidak buka ATM melainkan cek. Jadi, baru bisa di-tsf pada Senin ya Kang Dadang. Mohon maklum standar tertib administrasi kami agar tidak ada penyimpangan dana. Mohon maklum…..”

Dadang mulai gusar agaknya. Mulai neror. “Apa tidak ada jalan lain pak barang agar bisa membantu ibu murni? Apa tidak bisa pak untuk upayakan kirim malam ini pak beliau sangat membutuhkan untuk biaya oprasi.”

[20.05, 5/12/2020] Dadang Suhendra Bandung: saya juga posisi nya ada urusan keluarga.

[20.06, 5/12/2020] Dadang Suhendra Bandung: Barang kali ada rekan bapak yg bisa upayakan bantu ibu murni besok saya gantikan.

Sebegitu ngototnya. Dan saya semakin yakin, ini penipuan. Tapi saya yakinkan, Senin, setelah bank buka, rekening di tabungan dicek, akan segera ditransfer. Hak orang harus ditunaikan jika benar-benar-benar.

“Baik pak mohon di infokan jika sudah ya pak”.

Sudah cukuplarut malam. “Maaf sekedar tanya, kenapa pakai muter muter tsf tadi Kang? Kan bisa langsung ke Bu Murni?” Saya memancing.

“Dapat no saya dari mana gerangan? Sekedar sambung silaturahmi.”

Dadang bilang begini,”Jadi begini pak tadi saya kebetulan sudah konfirmasi dengan beliau namun setelah itu saya minta kirim nomor rekening dan beliau baru merespon lagi malam ini dari pada saya bolak balik jadi saya nitip sama bapak karena saya juga akan ada acara.” Sebuah penjelasan yang membingungkan bukan?
Saya jawab saja, “Noted. Subhanallah.”

picture.5