Sekira jeda shalat Ashar selesai, Dadang sudah kembali berkabar, “Alhamdulillah pak sudah saya kirimkan pak dan ini untuk pembangunan masjid 14jt dan sisa nya nanti bapak salurkan ke asrama yatim al-amin ya pak.”
Saya melihat bukti kirim total Rp 20.5 juta. Saya sujud syukur seraya membacakan doa, “Allahumma Sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad. Doa kami semoga aqiqah SHERYN ALMAYRA PUTRI BIN DADANG SUHENDRA berjalan lancar. Ananda SHERYN tumbuh sebagai wanita muslimah yang menjadi cindera mata bagi kedua orang tuanya dan keluarga. Sehat lahir dan batinnya. Kelak berumahtangga sakinah, mawaddah, warahmah. Melahirkan keturunan yang menjadi imam orang-orang bertakwa. Menjadi pemimpin yang memakmurkan Nusantara. Amiin YRA. Tabarakallah. Semoga Kang Dadang senantiasa sehat bersama isteri dan keluarga besar tercinta. Amiin YRA. Alfatihah…..”
16.54, 5/12/2020 Dadang Suhendra Bandung: Amiiiin Ya Allah. Katanya, “Terima kasih ya pak atas doa nya doa dari saja juga untuk bapak beserta keluarga semoga di berikan kesehatan serta di berikan berkah dunia dan akhirat amiiin.”
Dadang Suhendra Bandung kemudian menitipkan kontak 081235225403. Ini nomor ibu Murni pengurus asrama yatim Al-Amin.
“Tabarakallah. Siap berkoordinasi Kang Dadang,” kata saya seraya mikir, kenapa menyumbang ke Al Amin harus lewat TOP Indonesia? Mulai aneh…
Pukul 17.00. Dadang Suhendra Bandung mengatakan, “Untuk selebih nya saya ucapkan terima kasih ya pak sudah bersedia menjaga dan menyampaikan titipan amanah dari saya semoga ini menjadi awal perkenalan yg akan membawa keberkahan kedepan nya untuk kita semua.” Saya sendiri mikir apakah ini pencucian uang berkedok zakat, infak, shodaqoh dan wakaf atau ziswaf?
