Naskah pun terkumpul. Seleksi alam pun berlalu sejak middle Nopember. Kini awal minggu keempat, delapan hari berselang, tinggallah 19 orang. Mereka lolos dari seleksi intelektual yang begitu ketat. Mereka berkomunikasi visual pada media massa, menerapkan kecanggihan teknologi informasi secara positif, hingga rekam jejak ragam kepenulisan di jagat digital.
Setelah keynote speech Gubernur Kalbar dan Rektor IAIN yang memukau munculnya peradaban damai di Kalbar sebagai salah satu ikon Kalimantan, dengan pandangan jauh ke depan, muda-mudi millenial Kalbar duduk takjub di Kampoeng English Poernama (KEP’s) Agro. Di sini terpatri, bahwa damai harus dimulai dari diri sendiri. Bahwa negeri agraris nan hijau ranau ini, memang layaknya sepotong syurga yang dilemparkan Tuhan ke bola dunia ini. Indonesia Raya harus dirawat, dijaga, dipelihara dan disyukuri secara bersama-sama. Terus menerus tanpa henti. Estafet dari generasi ke generasi. Hirup udara segar dan rawat kesuburan Bumi Pertiwi.
Hari Ini Duta Damai Kalbar 2019 Dinobatkan
