Dalam penegakan hukum semuanya harus dilakukan pembinaan. Oleh karena itu, menyangkut masalah sub kultur organisasi, budaya yang sudah tidak tepat lagi.
“Harus ditinggalkan dan melakukan perubahan menuju era yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN,” tutur Drs Erwin Triwanto SH.
Terkait soal rekrutmen anggota Polri, Drs Erwin Triwanto menegaskan, Polri mencari orang-orang terbaik untuk menjadi anggota polisi. Sebab, rekrutmen seleksi awal itu sangat menentukan kinerja.
“Jangan hanya gara-gara satu kepentingan kita justru kehilangan sebuah aset terbaik Polri. Kalau memilih orang yang tidak tepat, orang yang salah, akan menjadi duri dalam organisasi dan masyarakat,” kata Drs Erwin Triwanto SH.
Tantangan tugas kedepan akan semakin cukup berat di masa mendatang. Karenanya, soliditas internal termasuk profesionalisme anggota Polri, sepatutnya diperkuat.
“Kalau di internal enggak cukup solid, bagaimana mungkin kita bisa hadapi tantangan itu dengan cara efektif,” ucap Drs Erwin Triwanto SH.
Selain itu, kinerja anggota harus terus ditingkatkan untuk meraih dukungan kepercayaan dari masyarakat. “Public Trust sangat dibutuhkan supaya kita tetap survive atau eksis dilapangan dalam melaksanakan tugas,” ujar Drs Erwin Triwanto SH.
Drs Erwin Triwanto SH menekankan, bahwa peranan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak perpanjangan tangan Polri di tengah masyarakat. Bangun dan pelihara terus jaringan informasi formal maupun informal. Hal itu dilakukan guna untuk memperoleh informasi setiap perkembangan situasi yang terjadi di lingkungannya untuk diantisipasi dengan kegiatan Proactive Kepolisian. Sehingga masyarakat dapat terhindar menjadi Korban Kejahatan maupun menjadi Pelaku Kejahatan.
Polri telah berbenah melakukan perubahan struktural maupun kultural. Pimpinan Polri telah mengambil kebijakan program “Promoter” Profesional, Modern, Terpercaya.
