Setiap tahun SMA Negeri Tetra–bahasa kimia/fisika menyebut angka empat–catur dalam bahasa Sansekertanya–melaksanakan workshop. Macam-macam topiknya. Di dua tahun terakhir melibatkan narasumber CNN Indonesia dan mereka terbang, hadir, ke Pontianak. Tentu sebuah kerja besar yang dilakukan pada level SMA untuk menggeluti ilmu jurnalistika. Maka saya sebut ini SMAN Terbaik Indonesia yang sukses membangun karakter pelajarnya dengan Journalism Approach. Sejak 15 tahun lalu. Jadi, proses yang dijalani bukan kaleng-kaleng. Progress yang juga bukan abal-abal. 700-an prestasi digulung Tetra di berbagai level lokal, nasional sampai internasional. Penyumbang kaderisasi profesional di berbagai strata sosial. Sejak 15 tahun, alumninya sudah bertumbuh di berbagai bidang. Master Ilmu Komunikasi. Insan pers. Dokter. Paramedis. Guru…Dosen…

Bagaimana agar kesuksesan ini bisa menular ke sekolah lain? Ke provinsi lain?
Dibutuhkan pola intersepsi multipihak. Dimulai dengan keterbukaan sekolah, ketersediaan instruktur, pendamping pers dan sistem yang open.
Bukan mustahil JurSastra dideder ke seluruh Indonesia seperti HMI ada dimana-mana sebagai organisasi ekstra kampus, namun berbasis komunitas pers sekolah. Jaminannya, proses dan progress luar biasa. Roll model sudah ada.
Kalau di sekolah pendidikan dan pengajaran itu satu arah, maka dengan menekuni pers sekolah mereka mengembangkan panca indra untuk belajar. Buka mata-buka telinga. Terbentuk keterampilan multi. Writing. Reading. Speaking. Listening. Bahkan multiple: understanding.
