teraju.id, Pontianak – Duduk bersila memenuhi beranda, ruang depan hingga ruang tengah. Suasana sastra, seni dan budaya terasa menyelimuti. Pembacaan puisi, cerpen, cerita rakyat, pantun serta lainnya silih berkait. Berganti kata disela sambutan, perkenalan dan kesan pesan.

Perhelatan kegiatan Lebaran Sastra – Silaturahim Literasi layaknya sebuah acara keluarga besar yang datang untuk bertemu bersama setiap tahunnya. Bercengkrama, bercerita, berbagi asa sambil menikmati kue lebaran” Ujar Ahmad Sofian, inisiator dan dinamisator kegiatan.

Bertempat di Roemah Boedaya, jalan Imam Bonjol Gg Hj Salmah, Pontianak Tenggara Kalimantan Barat. Hari Sabtu, 18 April 2026 / Syawal 1447 H. Jam 13.00 – 18.00 WIB. Kegiatan dimulai tepat pada pukul 13.00 WIB. Dengan pembacaan cerita pendek, dilanjutkan pembacaan puisi, cerita rakyat, tundang dan lainnya oleh para tamu yang hadir.

Lebaran Sastra – Silaturahim Literasi hadir salah satunya karena kerinduan akan tradisi saling berkunjung, berkumpul, bercerita bersama di moment lebaran. Sebagai ajang menjaga silaturahim.

Lebaran Sastra Silaturahmi.1

Tahun ini kita menyiapkan 200 porsi bububr rempah” tambahnya. Sengaja kita memilih menu tersebut. Agar lebih terasa makna dan suasana lebarannya. Selain bubur rempar juga tersedia berbagai macam kue tradisional.

Menjaga Nilai Gotong Royong
Selain sebagai sarana silaturahim dan menjaga tradisi. Kegiatan Lebaran Sastra – Silaturahim Literasi sebagai gerakan budaya juga dilakukan sepenuhnya secara swadaya, sukarela oleh para pegiat literasi. Dari perencanaan, persiapan, pembuatan konsumsi, hingga pelaksanaan kegiatan. Dengan dukungan dari berbagai pihak yang sifatnya saling membantu, saling membawa kebaikan dan tidak mengikat.
Hal ini salah satunya merupakan salah satu manifestasi dari makna mendasar dari sedekah. “Barang siapa yang memiliki harta maka bersedekahlah dengan hartanya, barang siapa yang memiliki kekuatan maka bersedekahlah dengan kekuatannya, dan barang siapa memiliki ilmu maka bersedekahlah dengan ilmunya.”

Tujuan Kegiatan
Setidaknya ada lima hal yang menjadi maksud-tujuan di helatnya LSSL. Mulai dari Menjaga silaturahim literasi, sastra dan budaya, Menumbuh kembangkan ekosistem literasi yang baik dan sehat, Menjaga tradisi, kekeluargaan dan menjembatani literasi antar generasi. Serta menjadi ruang bersama yang hangat dan diselimuti rasa kekeluargaan.

Lebaran Sastra Silaturahmi.2


Dalam pelaksanaan kemepat tahun 2026 ini hadir Para pegiat literasi, komunitas-komunitas seputar kota pontianak, Mempawah dan Kubu Raya. Para penulis, pembaca, sastrawan, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, komunitas, seniman, boedayawan, pegiat budaya, penikmat sastra, ibu roemah tangga dan aktivis pekerja social serta aktivis keagamaaan dan keberagaman.
Dari para pemangku kepentingan tampak hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat, Ketua komisi informasi Kalimantan Barat, Komisioner KPID Kalimantan Barat, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pontianak,Perwakilan Bunda Literasi Kota Pontianak. Tak ketinggalan terlihat sejumlah tokoh masyarakat dan beberapa komisioner di sejumlah badan negara yang hadir secara pribadi.

Lebaran Sastra Silaturahmi.3


“Terima kasih sebagai seluruh rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu serta tenaga dalam menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan ini. Tak lupa kepada pihak-pihak yang telah membantu segala keperluan kegiatan. Semoga kegiatan ini akan tetap dapat terlaksana ditahun-tahun berikutnya. Serta dapat menjadi contoh baik dari Pontianak, Kalimantan Barat dalam kegiatan yang berkesinambungan dengan mengedepankan nilai-nilai gotong royong sebagai identitas masyarakar dan indonesia ” Pungkas nya. (r)