Menurut Saya yang menarik dari ajang pemilihan duta tanaman (dan ini juga berbeda dari ajang pemilihan yang pernah Saya ikuti selain Duta Pertanian) adalah karantinanya. Biasanya karantina pada ajang pemilihan duta lainnya kami menginap di hotel atau karantina lepas, tetapi di duta tanaman kami menginap tidak di hotel melainkan di sebuah masjid dan itu menurut Saya beda dari ajang pemilihan duta yang lainnya. Karena itu, dengan karantina seperti ini kami dapat membaur dengan sesama finalis bahkan dengan masyarakat di sekitar tempat kami menginap, 2 hari 1 malam melalui masa karantina sudah melekat jiwa kekeluargaan yang kami miliki layaknya sudah mengenal lama, rasanya tak ingin pisah. Selain itu, pemilihan tempat yang jauh dari keramaian penduduk dan dengan hutan yang masih asri membuat suasana menjadi damai, panitia serta dewan juri juga ramah-ramah dan mudah diajak untuk berkomunikasi.

Ajang ini membuat kami akrab dengan dilakukannya kegiatan bernama “dinamika Kelompok”, kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dan kami diberi tugas untuk memecahkan suatu soal yang diberikan dewan juri. Disitulah kami diberi tantangan untuk dapat mencapai suatu persoalan dengan hasil keputusan dapat diterima bersama, dengan waktu 20 menit kami sangat merasa tertantang karena pendapat yang kami miliki berbeda-beda. Puji Tuhan, hasilnya kami dapat melakukan dengan baik dan di ajang ini tidak ada catwalk, sesuatu yang biasa dilakukan oleh seorang model dan di Duta ini tidak perlu ada penilaian catwalk karena pada intinya nanti kami akan lebih banyak melakukan kegiatan dilapangan.