Sulitnya soal SBMPTN tahun ini dibenarkan oleh peserta lain, Reza. Ia menuturkan bahwa memang tingkat kesulitan soal tahun 2017 ini lebih dibandingkan tahun lalu, terlebih pada bidang studi sejarah. Pada soal-soal sejarah banyak membahas tentang tokoh dan organisasi yang menurutnya cukup sulit diingat karena jumlahnya yang tidak sedikit. Buat mata pelajaran lain kurang lebihlah dengan tahun lalu (tingkat kesulitannya), ujar Reza yang tetap bersemangat mengikuti ujian SBMPTN untuk kedua kalinya ini.

Tetapi, pendapat berbeda diutarakan peserta lain yang juga mengambil jurusan Soshum. Peserta yang enggan dituliskan namanya ini mengaku tingkat kesulitan soal tidak terlalu tinggi, meskipun pada bidang studi sejarah yang menjadi momok bagi peserta ujian SBMPTN lain. Untuk mengisi soal-soal bidang studi sejarah sendiri, ia mengaku mendapatkan ilmu dari jurusan kuliah yang ia ambil hampir dua semester belakangan di sebuah universitas swasta. Ia mengaku mengikuti SBMPTN lagi karena ingin mencoba kemampuan diri sendiri.

Pada dasarnya, sulit tidaknya soal ujian ini tergantung dari kemampuan dan kesiapan masing-masing peserta. Meskipun telah belajar dengan giat, dan menggunakan metode tersendiri seperti menggunakan video dan internet sebagai media belajar. Para peserta SBMPTN ini mengaku pasrah apapun hasilnya nanti karena mereka telah berusaha semaksimal mungkin. (Mia Islamidewi)