Launching Pantunin AI ditandai dengan pemukulan tar atau hadrah oleh Gubernur Kalimantan Barat H Ria Norsan didampingi Ketua MABM Kalimantan Barat yang juga Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Prof Dr H Chairil Effendy, MS; Walikota Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM, MT, Ketua Dewan Satarudin, SH, MH, anggota DPR-RI H Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH dan Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr H Garuda Wiko, SH, MH. Setelahnya mereka menghadap vidiotron, menyaksikan ledakan semesta dengan kelahiran Pantunin AI, diikuti step by step penggunaannya. Lalu diiringi tepuk gemuruh 600-an undangan.
Pada kesempatan itu Gubernur memuji aplikasi Pantunin AI yang membuat pantun Nusantara menjadi lebih kuat. Melayu Kalimantan Barat turut berkontribusi secara positif.
Hal senada diutarakan Prof Chairil. Bahwa MABM Kalbar dalam usianya ke-29 berpartisipasi memajukan budaya dan sosio-politik daerah maupun nasional. Di antaranya turut memperjuangkan pantun WBTB Unesco dan penetapan Harpandu – Hartunas. Termasuk mengirim dua peserta sertifikasi ahli WBTB-I atas nama Dedi Ari Aspar dan Nur Iskandar.
*
Acara Milad MABM ke-29 merupakan momentum Halal Bi Halal. Diikuti tak hanya fungsionaris DPP MABM Kalimantan Barat dan 14 kabupaten dan kota, namun juga Konsorsium Merah Putih yang melingkupi 24 etnik di Kalbar. Kesemuanya hegemoni dalam harmoni. Juga ditampilkan buku karya bersama para tokoh Melayu dan Dayak berjudul 1 rumah-2 dunia. Antara lain ada nama Prof Chairil, Asriyadi Alexander Mering, Syafarudin Usman dan Masri Sarep Putra. Kehadiran buku ini menjadi tapak sejarah kebersamaan Bhinneka Tunggal Ika.
*
