Oleh: Yusriadi
Tulisan Arab pada tambak (tembok makam) dan nisan makam raja-raja Tayan menarik perhatian kami, saat kami mengunjungi komplek makam tersebut di Bukit Raja, Tayan. Kami –saya, Elman, Fahmi, Ardi, bersama Fera mengunjungi makam raja untuk memperkaya bahan studi kami mengenai Tayan.
Dengan mengunjungi makam, paling tidak kami mendapat data tentang kelahiran dan kemangkatan raja, dan seterusnya. Pengalaman melakukan studi lapangan mengajarkan saya bahwa makam selalu merupakan pusat informasi tentang masa lalu sebuah komunitas.
Kawan saya, seorang peneliti dari Jakarta membahasakan, “Walaupun orang yang dimakamkan sudah tidak bisa bicara, namun, makam bisa bicara banyak.”
Dan. kunjungan kami ke makam raja-raja Tayan memperlihatkan kebenaran itu. Kami dibuat takjub ketika melihat tambak-tambak yang terbuat dari kayu belian ukuran lebih kurang 30 x 6, dan panjang variasi 60-150 cm, memiliki ukiran. Ukiran itu ada yang berbentuk motif tumbuhan, ada juga yang bertuliskan Arab. Setidak ada dua bentuk khat kaligrafi itu.
Pada nisan pula tulisan lebih singkat bisa dibaca. Bentuk penulisan dan motif agak berbeda. Inti tulisan masih sama.
Tulisan itu memuat informasi tentang nama dan tarikh mangkat. Ada tulisan selawat nabi.
