in

Salam dan Perpisahan di Akhir Pengabdian

Oleh : Novie Anggraeni

Kamis, 22 Agustus 2019, hari ini merupakan hari kedua terakhir kami KKN di desa Badau, sebelum kami bertolak kembali ke kampung halaman. Tiada terasa, waktu berlalu sangat cepat. Aku yang sebelumnya merasa kesulitan untuk beradaptasi, terutama dengan kondisi kesulitan air karena memasuki musim kemarau kini sudah terbiasa. Banyak pengalaman seru, lucu dan menegangkan selama di sini. Aku juga memiliki teman baru dan kenalan baru.

Kemarin, kami melakukan perpisahan ke sekolah-sekolah tempat kami mengajar. Ada Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Ibtidaiyah serta Raudatul Atfal. Semuanya bernaung pada satu yayasan, yakni Yayasan Masjid Besar Nurul Hudud.

Aku yang sempat mengajar di Raudatul Atfal Nurul Hudud, pergi ke kantor Kepala RA untuk meminta izin melakukan perpisahan dengan anak-anak didikku. Akhirnya bu Syamsiah, kepala RA Nurul Hudud memberikanku kesempatan tersebut.

Memang jarang sekali aku mengajar di sini. Sebentar dan tidak seberapa ilmu yang kuberi pada mereka. Namun, telah mengenal mereka, perasaan sayang dengan mereka tidak bisa kuhindari. Aku pun membuka pintu kelas, di sudut ruang kelas itu ada kak Nurul. Salah satu staff guru di RA. Beliau juga lulusan IAIN Pontianak, lulusan tahun 2018. Sejak pertama kali bertemu, dia sangat ramah padaku.
Saat aku memberitahu bahwa aku akan segera kembali ke Pontianak, dia pun segera memberitahu anak-anak untuk tidak pulang terlebih dahulu. Karena, akan melakukan perpisahan sederhana denganku. Sehingga aku harus menunggu hingga dentang lonceng tanda pulang berbunyi. Hari itu adalah hari terakhir aku mendampingi mereka. Ahh, mungkinkah aku akan bertemu kalian lagi? Maryam, Okta, Yasmin, Dzaky dan anak-anak didik ibu lainnya. Entahlah, semoga saja pada lain kesempatan aku bisa ke sini lagi.

Lonceng tanda pulang pun berbunyi. Kak Nurul dan para murid pun sibuk membetulkan kursi untuk kami foto bersama. Sebelumnya kak Nurul juga sempat memberikanku kesempatan untuk menyampaikan salam perpisahan. Setelah itu, dia juga bertanya pada mereka, “Semuanya sayang nggak sama bu Novie?” tanya kak Nurul pada mereka. “Sayaaangg!” jawab mereka serentak. Ahh, kembali tergugah rasanya hati ini.

Tiba saatnya foto bersama mereka. Semua posisi diatur sedemikian rupa. Para orangtua murid pun memasuki ruang kelas dan ikut mengambil gambar kami. Aku juga sempat meminta untuk merekam video pendek. Dan yang terakhir, salam perpisahan sebelum mereka semua pulang.

Aku pasti akan merindukan kalian semua.

Written by teraju

Bincang Pembuatan Buku Biografi Kapolda Kalbar

Tambak Bertulis di Bukit Raja, Tayan