Meski begitu, para wirausaha ini tetap terus menjalankan bisnisnya. Fauhatuzzahra memutuskan untuk tetap menerima pesanan makanan selama Ramadhan. Demikian juga Fitria, telah mempersiapkan stok barang pada toko sembakonya untuk selama bulan Ramadhan.

Tak hanya pada wirausaha, instansi kesehatan juga sudah mengubah waktu operasional sejak wabah COVID-19 menyebar di kota Pontianak. Dijelaskan oleh Nilauwati, S.K.M. (25) pada UPTD Puskesmas Pontianak Tenggara telah adanya perubahan jam pelayanan. “Selama COVID-19 ini di Puskesmas pelayanan kerjanya mulai jam 8 – 11 pagi. Pulangnya jam 12 siang. Biasanya kami pelayanan jam 07.30 – 12 siang. Pulangnya jam 02.15 siang. Kecuali hari Jum’at, tutupnya jam 11.15,” jelasnya.

Alasan diberlakukannya perubahan waktu operasional pelayanan dikarenakan untuk pemutus rantai penyebaran COVID-19. Dengan adanya surat edaran dari Puskesmas mengenai pembatasan pelayanan pemeriksaan kesehatan untuk pencegahan COVID-19, Puskesmas pun sepi dari pasien. “Alasannya untuk antisipasi penyebaran virus Corona. Sudah 2 minggu ini memang pasien ndak seramai biasanya,” ujar Nilauwati.

Meski harap-harap cemas pada wabah virus, Nilauwati tetap harus menjalankan tugasnya sebagai tenaga medis. Nilauwati juga turut prihatin dengan banyaknya kasus tenaga kerja yang di PHK dan perekonomian nasional yang surut. Berharap untuk segera ditemukannya vaksin terhadap COVID-19 agar wabah virus cepat terselesaikan. “Semoga segera ada vaksinnye lah yang pasti. Karena banyak dah tenaga medis yang meninggal dan yang terinfeksi virus ini,” harap Nilauwati. (sly)