Dr. Alexander, M.Si selaku Akademisi Fisip Unihaz memaparkan mengenai optimalisasi e-government pada sektor pelayanan publik di wilayah Provinsi Bengkulu pada era New Normal. Beliau juga memaparkan kasus di Bengkulu untuk dicermati bahwa kita harus menyikapinya secara profesional. “Tatanan birokrasi harus berlandaskan 3 hal yaitu paradigma, institusi dan proses, juga personal. Dan refleksi yang sangat penting ialah, pandemi ini tidak boleh dibedakan dengan public governanve, menciptakan keseimbangan dan koordinasi yang tersentralisir, dan juga teknologi menjadi penting untuk pemanfaatan untuk penanggulangan dan penataan dalam masyarakat.”
Sebagai penutup, beliau menuturkan “E-governance hanya dapat terbentuk dengan dukungan oleh sumber daya dengan alokasi nilai yang cukup kemudian kosistensi dalam bertindak. Pemimpin yang baik dalam e-government ini mampu mengelaborasi dan mampu melaksanakan kesejahteraan yang nyata, adil, dan berkelanjutan.” pungkasnya.
