“Mak, tolong belahkan Mak!”
Si Emak pun segera membelah buah itu menggunakan kapak. Walaupun sudah menggunakan kapak, buah itu masih susah untuk dibelah. Dengan susah payah, akhirnya buah itu terbelah. Dicungkil menggunakan ujung mata golok, barulah dapat daging buah.
Dan ternyata isi dalamnya secuil. Kecil sekali. Padahal dalam bayangan saya, bentuk buahnya menyerupai salak. Tapi, ternyata tidak. Buahnya hanya sebesar biji kolang-kaling.
Warna daging buah putih, bertekstur kenyal dan rasanya tawar. Kata si gadis, biasanya dia padankan buah itu dengan air gula. Dibuat minuman. Nyaman katanya. Mungkin semacam es buah agaknya. Hm…saya rasa, buah ini bisa dipadankan dengan buah lain, hingga menjadi menuman segar. Proses mengolahnya pun tidak serumit kolang-kaling yang harus direbus, direndam berhari-hari sebelum.bisa dikonsumsi.
Buah nipah ini, dibelah, dan bisa langsung dimakan. Yang jelas, keduanya tentu memiliki sensasi rasa khas masing-masing. Begitu agaknya.
