Oleh : Khatijah
Hari ini aku sengaja pulang awal, sebab akhir-akhir ini hubunganku dengan orang rumah semakin jauh. Masing-masing sibuk. Ada yang sibuk ujian, sibuk dengan tugas. Dan aku sibuk membenahkan tugas, proposal serta buku.
Banyak yang aku rindukan dari rumah ini. Suasana menyambut malam dengan suara gitar yang dipetik oleh Bang Long diiringi senandung tentang senja oleh Pae, melihat Bang Long menyiang ikan hasil pancingannya, mendengar cerita Ibu Six Sence tentang Jeli, atau menunggu mamang pentol lewat, dan banyak lagi.
Rindu sekali mendengar kalimat Bang Long, ketika ia datang dari memancing. “Bang Long nyiang ikannya, kau siapkan bumbu”.
Tak perlu terkejut, Bang Long adalah orang yang sangat mandiri. Pertama aku pindah ke rumah ini, ia sudah membuat aku tergugah. Kukira ia orang yang tidak mengenal kata capek. Bagaimana tidak, sebelum Isya ia sudah berangkat ke kafe manggung bersama teman-temannya, pulang hampir pukul 1 pagi. Siangnya ia ke kampus.
Jadi waktuku hanya sore bertemu dengannya. Tak banyak yang kuketahui tentang Bang Long waktu itu. Seiring berjalannya waktu Bang Long memutuskan untuk fokus dengan kuliahnya ia meninggalkan pekerjaannya sebagai gitaris.
