Community

Bukan Rumahnya, Tapi Orangnya

Bukan Rumahnya, Tapi Orangnya

Jadi semakin sering di rumah, dan membawa teman-temannya, Aku menjadi akrab dengan mereka. Semua teman Bang Long sangat menyenangkan. Dari situ aku melihat Bang Long adalah orang yang tidak mencintai dirinya sendiri, sebab ia selalu mementingkan temannya. Pernah sekali aku melihat ia di kondisi yang rumit, namun temannya minta bantuan, tetap saja Bang Long menomor-satukan temannya.

Bukan hanya itu, tetangga-tetangga rumah juga sangat baik kepada Bang Long. Dulu ketika ada Ibu Six Sence, tak pernah kami kekurangan makanan. Rasanya hampir setiap hari Ibu Six Sence memanggil nama Bang Long, memberikan makanan, baik itu lauk pauk, cemilan, maupun gorengan. Tuhan tidak pernah salah, jika berbuat baik kepada si A maka akan dibalas kebaikannya oleh si B, atau oleh si C D E dan seterusnya, maka dari itu aku menyimpulkan motto kehidupan Bang Long adalah “Balaslah kejahatan dengan kebaikan”.

Namun hari ini aku merasakan semuanya telah jauh berubah. Ibu Six Sence pindah ke Singkawang tak ada lagi yang akan bercerita tentang si Jeli, Mamang pentol tak pernah lagi lewat sejak menjadi korban jeli. Teman-teman Bang Long masih sering berkunjung meski Bang Long tak lagi di rumah karena sekarang alasan mereka ke rumah meminjam buku kepadaku.