Dara usia 19 tahun kombinasi dua etnis ini menerima mahkota dari anggota juri, Nabila Huda dan Carmen Soo, dan membawa pulang RM30.000 dalam bentuk tunai, piala dan hadiah lainnya. Ia juga memenangkan penghargaan Top Talent and Miss Photogenic.
Si jelita juga oleh Menteri Pariwisata, Seni, Budaya, Pemuda dan Olahraga Datuk Abdul Karim Rahman Hamzah dibaiat menjadi Duta Wisata Sarawak untuk tahun 2019.

Sebelumnya, Larissa dinobatkan sebagai pemenang Divisi Miri Keligit Orang Ulu 2018 pada Mei 2018. Kontes diadakan setiap tahun bersamaan dengan festival Gawai Dayak.

Ping fasih berbahasa Inggris, Melayu, Kenyah, dan Bahasa Sarawak. Larissa akan mewakili Malaysia pada kontes Miss World 2018 yang akan diadakan di China pada 8 Desember 2018.

Dengan dinobatkannya Larissa Miss World Malaysia 2018, tercatat sudah ada dua wanita Dayak Malaysia dimahkotai gelaran yang sama. Sebelumnya, Miss World Malaysia 2014 diraih wanita berdarah Bidayuh, Dewi Liana Seriestha(101 Tokoh Dayak jilid 2, 2015: 46-49).

Tidak jadi perkara usia belia. Yang paling penting kiprah serta bagaimana kedua Miss mempromosikan Dayak dan keDayakan di aras nasional dan internasional. Keduanya, di mana saja, senantiasa mereprentasikan Dayak zaman now yang “serbahebat”. Terutama di arena dunia dalam hal seni budaya, bahasa, pariwisata, serta adat lembaga.

Citra Dayak sebagai “smart people” perlahan, namun pasti. Seperti panji-panji berkibar di aras internasional.(*Penulis adalah pegiat Literasi Dayak yang menetap di Jakarta)