Oleh: Nur Iskandar
Sosok muda pegiat hukum itu bernama Abdul Taib Mahmud. Beliau memimpin Sarawak–bertetangga dengan Kalbar selama 5 Perdana Menteri silih berganti di Kuala Lumpur. Di bawah kepemimpinannya Sarawak berderap maju dari segala ketertinggalannya. Setiap warga Kalbar yang biasa ke Jiran–tetangganya–pasti merasa seperti berada di Eropa–namun rasa Melayu dan juga China dan Dayak. Mereka maju seperti juga negara maju, namun tetap berbudaya lokal. Kok mereka bisa ya? Kok kita tidak ya? What’s wrong with us? Apa yang salah dengan kita? Padahal dahulu kita juga maju–perdagangan emas, intan dan berlian–jangan tanyakan damar dan kopra.
Baca Juga:Memilih Sutarmidji, Karolin atau Milton
