Cukup senang bahwa saat ini pun saya masih bisa menyaksikan kakak adik bersaudara akrab ini masih tetap melakukan coretan tangan mereka dengan santai di sela-sela kesibukan kegiatan utama masing-masing (kuliah dan bekerja).
Jika diperhatikan, karya si bungsu di gambar ini tampak sangat dipengaruhi aspek Indonesia (batik, jilbab, seragam SMA, serta situasi bergaul gaya remaja Indonesia). Lebih realis. Mungkin kesan dia tentang remaja Indonesia masih tertancap kuat di pikirannya saat dia ikut kami berlibur sebulan di Indonesia pada bulan Agustus tahun 2018 lalu.
Sementara karya si sulung tampak sedang bereksperimen dengan aspek-aspek teknik menggambar atau aspek studi tertentu, misalnya bentuk dan posisi tangan serta kaki gambar-gambar para gadis; serta formasi wajah-wajah, mata, mulut, dan warna-warna boneka-boneka yang sepertinya terinspirasi boneka Rusia.
Hobi menggambar si sulung berlanjut dengan studi animasi di perguruan tinggi seni dan desain. Lalu sejak tamat kuliahnya yang tepat waktu bulan Mei 2019, si sulung pun langsung diterima bekerja di perusahaan media seni di kota Boston. Dia bertanggung jawab di bagian perancangan dan pembuatan film animasi untuk proyek-proyek kantornya.

Jika tidak ada aral melintang, si sulung akan terlibat sebagai pembicara tamu awal Oktober mendatang ini dalam sebuah perkuliahan workshop pembuatan film pendek di jurusan Asia Tenggara, Universität Hamburg. Dia sudah menyetujui undangan kami dan sudah melakukan meeting virtual dengan kami.
Terima kasih, anakku, sudah mau berbagi ilmu dengan para mahasiswa kami nanti walaupun perbedaan waktu 6 jam ya!
