in

Perkembangan Bahasa dan Budaya Indonesia/Melayu di Dunia

seminar daring bulan bahasa

Oleh: Yanti Mirdayanti

Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta) baru saja menyelenggarakan acara virtual 2 hari (tema: di poster bawah), dan telah berakhir tadi pagi. Sangat menarik.

Karena masalah waktu, saya hanya sempat menyimak tentang pembelajaran Bahasa dan Budaya Indonesia (BIPA) di Rusia, Azerbaijan, dan Madagaskar.

Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) saat ini memang telah semakin menyebar di seluruh dunia.

Di Jerman sendiri saat ini terdata sekitar 14 perguruan tinggi besar yang memiliki bidang studi BIPA dengan fokus khas yang berbeda-beda. Kemudian ditambah pula dengan pengajaran BIPA di berbagai institusi lainnya di Jerman yang tidak berstatus perguruan tinggi.

seminar daring bulan bahasa.1

Sebagai perbandingan, untuk bidang studi Kajian Austronesia (Indonesia/Melayu) di Universität Hamburg, tempat saya mengajar, fokus kajian Indonesia/Melayu lebih ke bidang sastra, budaya, naskah lama (manuskrip), juga sastra klasik Melayu. Fokus-fokus ini tentu saja juga bersinggungan erat dengan kajian sejarah, agama, sosial, kemasyarakatan, bahkan politik juga di Indonesia dan kawasan negara-negara berbahasa Melayu lainnya (Malaysia, Singapur, Brunai Darussalam, Filipina Selatan, dan Thailand Selatan).

Baca Juga:  Kisah Masri Sarep Putra—Pegiat Literasi Dayak di Jakarta yang Luput Naik SJ-182 untuk Narsum Ruai TV

Kajian Asia Tenggara tetap menarik. Juga pada saat pandemi ini, peminatnya masih tetap ada. (*Penulis adalah kontributor Teraju News Network di Hamburg, Jerman)

Written by teraju.id

guru haji ismail mundu

Haji Ismail Mundu dan Sultan Hamid II Alkadrie

suhaimi batu ampar

Sebuah Refleksi Perjalanan Pulang Kampung Batu Ampar: Masa Kejayaan itu Tinggal Kenangan